Sebenarnya saya tidak berniat menulis postingan ini. Namun karena ada beberapa email yang masuk minggu lalu dan menanyakan beragam hal terkait "bagaimana" kerja disini (Malaysia.red) jadi saya posting saja (udah gatel juga karena lama gak nulis di blog :D).
Balik ke topik semula, orang-orang yang mengirim email kepada saya ini bisa dibilang sedang galau, sebagian galau karena tidak tahu bagaimana cara apply kerja di luar negeri (dalam hal ini khususnya Malaysia), sebagian lagi galau karena sedang proses seleksi kerja di Malaysia, sebagian yang lain galau karena sedang offering salary dengan salah satu perusahaan di Malaysia. Sayapun merasakan hal yang sama dulu, dan menurut saya fase inilah yang paling seru dari mulai persiapan interview, menunggu pengumuman, persiapan dokumen ini itu sampai menjelang hari H keberangkatan. Rasanya super excited, walaupun negara yang saya tuju cuma tinggal ngelangkahin Singapore :D
*****
Pengalaman selama tinggal di Malaysia...
Pada bulan May tahun lalu, saya sempat posting tentang kesan saya ketika baru sampai di Malaysia (cerita selengkapnya disini). Yang awalnya sering mengkonversi mata uang MYR ke IDR ketika akan beli sesuatu, sekarang udah ga lagi. Yang awalnya tidak terlalu paham bahasa Melayu, sekarang (walaupun sikit-sikit) sudah bisa bicara dengan cengkok melayu (iya ya?). Yang awalnya kerjaan di kantor sedikit, sekarang jadi membludak, tumpah ruah kaya minyak di timur tengah (lebay) o__O.
Ga terasa sudah 9 bulan saya tinggal disini. So far, saya enjoy di tempat kerja maupun di hostel tempat saya tinggal. Ga enjoy-nya kalau sudah kangen masakan Indonesia. Untung ada ayam penyet wong Solo, jadi kalau lagi kangen Indonesia bisa makan disini. Meskipun malah menurut saya semakin bikin kangen Indonesia!
Berbeda dengan 3 bulan pertama saya kerja disini, sekarang kerjaan saya banyaknya setengah mampus ditambah lagi harus ngereplace kerjaan teman kantor yang sedang maternity leave (total 4 bulan). Sejak saya merasa terjadi ketidakseimbangan antara kehidupan kantor yang begitu padat dan kehidupan di luar kantor yang gitu-gitu saja, akhirnya saya memutuskan untuk ikutan les spanish. Selain karena saya pengen ikutan casting di film telenovela Marimar, siapa tahu di tempat les ada yang bening dan bisa di gebet haha.
*****
Frequently Ask Questions (FAQs)...
Bagaimana cara apply pekerjaan di Malaysia? Apa saja tahapannya?
Pertanyaan ini sebenarnya sudah saya jabarin di postingan sebelumnya mulai dari apply sampai sebelum hari H keberangkatan begitu juga tahapannya. Berikut link-nya:
Alasan serta kelebihan dan kekurangan kerja di Malaysia?
Alasan kenapa kerja disinipun sudah saya jelaskan pada postingan diatas (part 2). Bagaimana dengan kelebihannya? Kelebihannya kalau ingin jalan-jalan ke Singapore atau wilayah ASEAN lainnya bisa ditempuh dengan jalur darat sehingga lebih murah untuk biaya transportasinya (yang diingat jalan-jalan mulu hehehe), bisa mengenal budaya baru, dan tantangan kerja juga jauh lebih besar tidak hanya dari segi bahasa tetapi juga dalam hal attitude kerja yang dalam beberapa hal sedikit berbeda dengan di Indonesia. Sedangkan kekurangannya cuma satu (so far), kalau sudah homesick (meskipun jarang) harus segera cari obatnya (entah telp keluarga, cari makanan Indonesia, atau streaming TV indonesia) hehe
Bagaimana biaya hidup (dan rinciannya) di Malaysia?
Biaya hidup sebenarnya tergantung di wilayah mana kita tinggal. Untuk di Selangor (tepatnya bandar Baru bangi, Kajang) dimana saya tinggal saat ini, harga sekali makan cukup murah yaitu berkisar antara 5 - 8 MYR, minum jus (dan sejenisnya) sekitar 2 - 3 MYR. Kalau ingin hemat mungkin bisa masak sendiri (tapi tidak untuk saya karena tidak praktis haha). Harga sewa apartment (kalau tidak salah) sekitar 800 - 1000 MYR per bulan tergantung lokasi dan fasilitasnya.
Secara umum, harga barang-barang disini 2 - 3 kali lipat dari harga di Jakarta. Transportasi disini cukup sulit, kalau tempat tinggal kita jauh dari stasiun kereta api, kemana-kemana harus naik taksi. Mungkin untuk kemudahan bisa beli mobil second-hand semacam mobil kancil sekitar 5000 - 6000 MYR (atau juga bisa lebih murah).
Berapa gaji standar perusahaan di Malaysia, apakah ada bonus, incentive, THR, etc?
Untuk standar gaji saya kurang tahu (sepertinya ada UU Malaysia yang mengatur hal ini, tapi saya lupa isinya gimana). Yang jelas kalau kita kerja sebagai TKI rata-rata take home pay kurang dari 3500 MYR karena gaji 3500 MYR keatas adalah untuk tenaga kerja profesional (atau nama kerennya expatriate). Yang saya dengar, untuk TKI tidak ada pajak (mohon di kroscek lagi) sedangkan untuk expatriate dikenai pajak 26% pada 6 bulan pertama, setelah 6 bulan pajak tidak terlalu besar karena kita sudah digolongkan dalam residence permit bukan lagi non-residence permit (mungkin kisaran 5 - 10% tergantung gaji yang kita peroleh juga). Apabila ada kelebihan dari pajak yang kita bayarkan pada tahun sebelumnya, maka akan dikembalikan pada tahun berikutnya.
Next, bagaimana dengan bonus, incentive atau THR? kalau ini saya rasa berbeda satu perusahaan dengan yang lain, tergantung kontrak. Untuk THR sendiri tidak ada (karena tidak ada peraturan dari pemerintah Malaysia terkait THR), namun dengan adanya incentive dan bonus (yang bisa beberapa dalam setahun) menurut saya sudah cukup :D. Saya sendiri mendapatkan incentive sebanyak 2x dalam 1 tahun namun untuk bonus sudah include dalam total salary. Karena kita warga negara Indonesia sehingga sistemnya kontrak, dari segi insurance, hospitality, tunjangan keluarga etc tidak terlalu besar (ini saya compare dengan perusahaan lama saya di Indonesia). Kelebihannya, saya mendapat tempat tinggal (hostel), lunch, mobil antar jemput, pesawat KL-Indonesia 2x dalam setahun dan tiket tersebut bisa digunakan untuk keluarga atau teman kita yang ingin menjenguk kita atau sekedar main ke KL (asal kita setuju).
Beberapa perusahaan ada yang menerapkan sistem lembur (overtime) dan ada pula yang tidak tergantung kebijakan perusahaan tersebut. Sedangkan untuk jatah cuti, sama halnya dengan perusahaan di Indonesia. Kelebihannya, kita ada yang namanya official leave selama beberapa hari (saya mendapat 6 hari). Official leave ini hanya bisa digunakan kalau kita ingin pulang ke home country dan hanya diperoleh pada tahun pertama join dengan perusahaan.
Apakah orang Malaysia welcome dengan orang asing (terutama orang Indonesia)?
Seperti halnya warga Indonesia, orang Malaysia sangat ramah dan terbuka dengan orang asing (termasuk warga Indonesia). Meskipun sering terjadi konflik panas antara Malaysia - Indonesia (kabar yang terbaru adalah iklan Robovac yang melecehkan Indonesia), namun ini tidak affect terhadap hubungan saya dengan orang-orang disini. Sometimes menurut saya kabar di media masa terlalu melebih-lebihkan hehe.
*****
Fakta unik tentang Malaysia (versi semaunya penulis)...
1) Secara umum, masyarakat Malaysia di dominasi oleh orang melayu, india, dan Cina. That's why hal yang lumrah ketika ada orang ngobrol menggunakan bahasa inggris, tamil (bahasa India), dan mandarin. Bahasa inggris menjadi second language dan formal language.
2) Rata-rata warga Malaysia memiliki mobil 2-4 mobil per keluarga, hanya orang yang bener-bener tidak mampu atau pendatang yang tidak punya mobil. Contohnya saja di kantor, hampir semua operator naiknya mobil. Tranportasi utama disini adalah taksi dan kereta (seperti LRT, monorail, dan KTM). Jadi jangan harap ada bajaj, becak, ojek, apalagi delman.
3) Pendidikan dari TK-SMA gratis dan setiap pelajar diberi subsidi uang cash MYR 100 - 200 per bulan (setara Rp. 360.000 - Rp. 720.000). Selain itu, per keluarga juga mendapat tunjangan dari kerajaan setiap tahunnya. CMIIW :)
4) Untuk mengetahui asal universitas dari setiap dokter sangatlah mudah, cukup dengan melihat stempel nama mereka, contohnya dr. xxx (USM) berarti dokter tersebut berasal dari Universitas Sains Malaysia. Setiap orang bergelar bachelor (di Malaysia) sangat bangga
dengan gelarnya sehingga memasang nama universitas dan gelar
bersamaan (kalau di Indonesia pasti sudah dibully karena dianggap terlalu membanggakan almamater hehe). Di Malaysia, banyak dokter yang berasal dari Indonesia terutama alumni UGM dan UI yang sudah lama tinggal disini. Selain dari Indonesia, Malaysia juga banyak mengontrak tenaga medis dari India dan China.
5) Beberapa saat lalu, ada teman kantor (warga Malaysia) yang menanyakan bagaimana bentuk KTP Indonesia, sayapun jadi penasaran dengan KTP mereka. Dan ternyata, isinya tidak sekomplit KTP Indonesia (dari nama, jenis kelamin, tempat tanggal lahir, alamat, agama, status, perkawinan, golongan darah, pekerjaan, hingga kewarganegaraan). KTP (atau IC kad) untuk warga Malaysia sangat simpel (nama, alamat, dan warga negara). Saya jadi ingat kabar hebohnya kolom agama dalam KTP yang akan dihilangkan di Indonesia beberapa waktu lalu, yang saya herankan kenapa pada tidak protes ketika passport kita tidak dicantumkan kolom agama? Mungkin kita bisa melihat Malaysia, dengan IC kad mereka yang sesimple itu mereka toh tetap ok-ok saja. Bahkan, di Malaysia sendiri, bagi muslim yang ingin merubah nama (walaupun cuma satu huruf) harus ada sumpah menurut islam dulu. Kalau di Indonesia main ganti saja, ketika nama di akte lahir (yang benar) harus diubah karena harus menyesuaikan dengan nama di ijazah SD - bachelor (ini yang saya alami sendiri >.<).
Akhirnya bisa cerita ngalor-ngidul ga jelas lagi. Kali ini gue akan cerita tentang trip gue ke Singapore sekitar 2 bulan yang lalu (29 Agustus - 1 September 2014). Iya, 2 bulan yang lalu. Ibarat makanan, isi postingan ini udah basi setengah mampus saking lama nya tapi kalau ga didokumetasiin di blog takutnya memori otak gue full dan susah mengingatnya lagi :P
Sebenarnya gue agak dongkol pas nulis postingan ini. Ceritanya ketika postingan ini sudah beres 100% dan mau gue klik untuk di publish eh malah ke pencet 'delete' dan ga bisa di undo. Parahnya lagi laptop gue yang udah bau tanah ini bolak balik mati gara-gara blue screen. Gue heran, padahal laptop gue ga pernah nyimpen blue film tapi selalunya blue screen #gaknyambung.
Rasanya pengen gue banting aja ini laptop, tapi mengingat jasanya yang telah nemenin gue selama 6 tahun apalagi nemenin begadang waktu bikin TA, jadi ga tega gue. Mungkin dia sudah lelah gue pake terus, makasih laptop gue tercinta! #sambilmeluklaptop
*****
Liburan ini sudah gue dan teman gue rencanain jauh-jauh hari (kalau boleh jujur lagi, sebenarnya udah gue rencanain sebelum gue berangkat ke Malaysia haha). Tapi itu hanya rencana belaka, nyatanya tiket PP Malaysia-Singapore, tiket Universal Studio Singapore (USS), booking hostel baru gue (tepatnya temen gue) lakuin 3 minggu sebelum keberangkatan. Tujuan liburan ini adalah escape for a while dari rutinitas gue yang monoton: bangun-kerja-makan-boker-tidur-bangun-kerja-makan-boker begitu seterusnya.
Rencana gue akan naik kereta malam (sleeper) dari KL dan balik dari Singapore dengan pesawat. Namun karena kehabisan tiket kereta malam jadi terpaksa naik bus dengan tiket seharga MYR 48 (setara Rp. 168.000). Murah kan? tapi yang nyesek pulangnya, harus naik pesawat dengan tiket kira-kira seharga MYR 169 (setara dengan Rp. 600.000).
Bus berangkat dari Terminal Bersepadu Selatan (TBS), TBS ini merupakan terminal bus di KL yang terkoneksi langsung dengan stasiun kereta (untuk KLIA express, KTM, dan LRT). Dibandingkan dengan terminal bus yang ada di Indonesia, terminal ini jauh lebih keren dan bersih. Tidak hanya dari segi tempat, busnya pun nyaman dan yang terpenting berangkat tepat waktu sesuai jadwal keberangkatan masing-masing. Berbeda dengan bus L*rena, Pah*la Kencan* dan sejenisnya di Indonesia yang ngaretnya sering di luar nalar (pengalaman pribadi penulis :D)
Main Hall dari Terminal Bersepadu Selatan (TBS), Kuala Lumpur
Tips 1: Ketika lo ada di stasiun kereta manapun di Singapore, jangan lupa ambil map (atau minta ke pegawai bagian customer service-nya) untuk rute jalur kereta atau MRT jadi lo akan tau harus naik kereta yang mana.
Bus yang gue naikin berangkat sekitar pukul 11.30 malam dengan lama perjalanan sekitar 8 jam (termasuk ngantri puanjang di kantor Imigrasi Malaysia di Johor dan Imigrasi Singapore). Gue turun di daerah Golden Mile Complex yang ga begitu jauh dari tempat gue menginap di daerah Bugis street. Hostel tempat gue menginap cukup recommended untuk dicoba, fasilitas dari hostel ini antara lain: tempat tidur untuk 2 orang (ada juga yang untuk bertiga), televisi, hotspot yang kencengnya gila-gilaan,
share mesin cuci, share bath room. Nama hostelnya 'Superb', pas di sebelah
Masjid Sultan. Tarifnya MYR 200/night (setara Rp. 720.000 untuk 2 orang).
Superb Hostel, Addres: 2 Jalan Pinang, Bugis, Singapore 199150
Tips 2: Buat yang berencana ke Singapore, sebaiknya booking penginapan jauh-jauh hari karena khawatir penuh. Kalau ingin berhemat ga perlu booking hotel tapi cukup hostel. Banyak Hostel murah mulai dari Rp. 200.000/malam per orang di daerah China town dan Bugis street (fyi, dua daerah ini sangat strategis untuk menuju tempat-tempat wisata di Singapore tapi buat muslim prefer di Bugis street karena cari makanan halal lebih mudah). Untuk booking hostel murah bisa cek disinihttp://www.agoda.com/.
Tips 3: Buat yang berencana jalan-jalan ke Singapore dan punya banyak waktu, sekalian aja jalan-jalan ke Malaysia. Selama di Malay nanti ga perlu booking hotel karena gue pikir muter-muter di KL cukup sehari aja. Jadi lo pulang dan pergi Singapore - KL dengan bus malam. Ambil bus dengan jadwal keberangkatan pukul 11 atau 12 tengah malam. Jadi selama perjalanan 8 jam lo bisa tidur pules. Berikut postingan gue sebelumnya tentang tempat-tempat wisata di sekitaran KL: Escape to Kuala Lumpur.
Sebelum mulai ngebolang, gue sarapan dulu pas di depan Masjid Sultan. Jauh-jauh ke Singapore makanan yang dicari tetep makanan Indonesia. Dari rasa OK, tapi dari harga ga OK. Sekali makan disini sekitar 8 SGD. Terkait harga makan di Singapore, Malaysia, dan Indonesia sebenarnya ada keterkaitan diantara ketiga negara ini. Kalau di Indonesia sekali makan Rp. 8.000 (maksudnya warteg, haha), di Malaysia 8 MYR dan di Singapore 8 SGD. Namun setelah di konversi, ternyata makanan yang saya makan seharga Rp. 74.000 so selama di Singapore jangan sekali-sekali mengkonversi mata uang SGD ke Rupiah, karena bikin sakit hati haha. Just enjoy your holiday (meskipun sepulang dari Singapore akan makan mie instant selama 1 bulan gara-gara duit abis)!
Sarapan sesederhana ini harganya sekitar Rp. 74.000 (masih nyesek dan ga trima wkakaka)
Setelah perut terisi, sekitar pukul 10 am gue jalan. Tempat yang pertama gue kunjungi adalah Masjid Sultan, kampung glam, dan Arab Street. Karena hostel yang akan gue tinggali baru boleh check-in pukul 2 pm, akhirnya gue memutuskan untuk pergi ke fullerton street. Di sini banyak bangunan sejarah yang menarik (menarik buat foto maksudnya) seperti Singapore River, Cavenagh Bridge, Asian Civilitation Museum, Arts by The River, Raffles Landing Site, Victoria Theather, Patung Raffles dan Raflles monument.
Puas ambil puluhan foto disini, gue melanjutkan perjalanan ke landmark-nya Singapore (yang ternyata terletak ga jauh dari Singapore River), siapa lagi kalau bukan Si Merlion. Berbagai pose foto sudah gue coba disini hahaha. Di daerah ini juga, ada bangunan - bangunan menarik seperti Esplanade, Helix Bridge, marina Bay Sand, dan Art Science Museum.
Pose andalan Orang Indonesia ketika ketemu Si merlion Park, sampai ada wisatan dari Korea yang minta fotoin seperti ini ke gue lol
Orchard Ice Cream/ Ice Cream $1
Karena jam masih nunjukin pukul 1.00 pm, gue akhirnya pergi ke Orchard road. Sebenarnya Orchard cuma jalan dengan tempat belanja barang-barang branded di Singapore, tapi sempat baca di blog katanya ga ke Singapore kalo ga mampir ke Orchard road, akhirnya gue mampir tapi bukan untuk belanja melainkan buat nyobain Orchard Ice Cream yang terkenal itu (ice cream $1.red). Ice cream ini semacam es krim potong dan dijual sama uncle-uncle di sepanjang jalan Orchard Road. Banyak blog-blog yang ngeposting betapa enaknya Ice cream ini. Tapi menurut gue biasa aja sama seperti ice cream pada umumnya, dingin (ya iya lah). Lebih enak asinan bogor, rujak cingur, ato sambal bu rudy Surabaya #gaknyambung
Sekitar pukul 3.00 pm gue menuju hostel yang telah gue booking sebelumnya untuk check-in. Karena gue capek dan kurang fit, akhirnya gue tepar di hostel dan bangun sekitar pukul 7 pm. Menurut itinerary yang temen gue udah buat, malam ini waktunya ke 'Gardens by the Bay' dan China town. Sebenarnya gue juga berencana pergi ke Little India namun batal karena badan gue semakin ga fit. Namun di stasiun (yang gue udah lupa nama stasiunnya) saat mau pulang, gue menemukan sesuatu yang udah lama gue idam-idam kan apalagi dalam keadaan tepar gini. Jeng Jeng.. You C-1000, fyi ketika di Indonesia dan gue kurang fit biasanya gue akan doping pakai minuman vitamin C ini. Sayangnya minuman ini tidak di ekspor ke Malay thats way ketika ketemu minuman vitamin C ini gue langsung pengen beli selusin buat stock, namun niat ini gue urungkan karena harganya yang tak ramah di kantong. Kalau di Indonesia seharga sekitar Rp. 5000, disini jadi 3 SGD atau setara Rp. 27.000 (kalau ga salah inget).
Tips 4: Ohya karena di Singapore apa-apa mahal, sebaiknya lo bawa botol minum kosong. Karena ada di beberapa tempat umum untuk ngisi air minum dari kran, termasuk di dalam USS. Tapi jangan juga gara-gara gratis trus lo mau bawa galon 20 L untuk diisi ulang :P
Keesokan harinya, kita full day main di Universal Studio Singapore (dari sekitar jam 11 am sampai 7 pm). Sebenarnya selain ingin bertemu dengan Si Merlion, USS adalah alasan kedua kenapa gue ingin ke Singapore. Karena pengalaman temen yang harus ngantri berjam-jam untuk naik wahana jadi gue prepare sebaik-baiknya dengan baca 5 - 6 blog yang ngeposting tentang tips ke USS. Keliatan banget ga mau ruginya, hahaha.. tapi iya lah tiketnya aja SGD 72 (dan 1 jam setelah gue booking, ternyata harganya malah turun jadi SGD 68 include voucher makan.. sakitnya tuh disini #sambilnunjukdompet).
Universal Studio Singapore
Ada yang bilang lo ga akan habis muterin area USS saking besarnya (emang besar sih dan Dufan ga ada apa-apanya hehe), tapi dari pengalaman gue kemarin gue bisa muterin area USS sampe 2x (dengan syarat lo naik maksimal 1x untuk setiap wahana). Yang pertama buat naik wahana (wahana yang banyak diincer: Transformer The Raid, Revenge of Mummy, dan The Jurasic Park rapid Adventure) dan puteran yang kedua buat foto-foto disetiap sudut USS (ada sekitar 250 foto yang terkumpul kalau gue ga salah inget haha). Gempor sih kaki muterin USS sampe dua kali tapi puas :D
Tips 5: 1) Booking online tiket USS di sini karena kalo lo booking on the spot, biasanya akan ngantri panjang banget. 2) USS buka pukul 10 am - 7 pm, that's why lo harus datang jam 9 am lah (ga include sama ngaretnya). 3) Jangan lupa ambil map yang berada di dekat pintu masuk biar lo tahu lokasi keselurahan di dalam USS kaya gimana. tapi perlu dicatat banget, lo harus searching lokasi wahana-wahana yang jadi unggulan di USS (seperti 3 wahana yang gue sebutin diatas). Jadi ketika lo sampai di USS, lo udah tahu wahana apa yang akan lo naikin lebih dulu. 4) Yang terpenting adalah naikin dulu semua wahana, sesi foto belakangan. Karena semakin siang antrian setiap wahana semakin parah panjangnya (denger dari blog sebelah ada yang sampai menunggu 2 jam untuk satu wahana, wew. Untungnya gue paling lama antri 45 menitan). Sesi foto dilakukan setelah lo puas naik semua wahana. 5) Bawa baju ganti/rain coat karena kalau lo main di Jurasic Park Rapid Adventure lo bisa jadi akan basa kuyup sampai ke daleman kalo emang bener-bener sial. Sebenarnya kalau beli rain coat di dalam USS ada tapi mahal banget. 6) Manfaatin waktu sebaik mungkin, seperti pengalaman gue. Jadi lo bisa beli sarapan terus dimakan ketika lagi ngantri ketika mau naik wahana. Malu dikit di liatin orang gapapa lah.. :P
Sekitar pukul 7.30 pm gue menuju Silosa beach Sentosa untuk melihat pertunjukan 'Wings of Time'. Sumpah pertunjukan ini keren banget walaupun tiket masuknya cukup mahal sekitar 18 SGD. Pukul 9 pm gue balik ke hostel tapi isi perut dulu. Karena gue cinta Indonesia banget jadi tetep makanan yang dicari adalah makanan Indonesia, ayam penyet :D.
Hari terakhir di Singapore, sebenarnya gue berencana untuk pergi ke Singapore Botanical Gardens namun batal karena gue tepar gara-gara maen seharian di USS. Akhirnya sekitar pukul 10 am gue pun cuma jalan-jalan di Bugis street yang ga begitu jauh dari hostel tempat gue menginap dan langsung cus ke Changi-Airport karena pesawat yang gue naikin akan take off pukul 3 pm.
Sebenarnya masih banyak tempat-tempat wisata lain yang belum sempat gue kunjungin karena waktu yang terbatas seperti: Singapore Botanical Garden, Singapore Zoo, Little India, Haw Par villa, Singapore Flyer, Handerson Waves Bridges, Jurong Bird Park, St. Andrew's Cathedral, Singapore Flight Experience dan masih banyak lagi.
Overall, liburan ke Singapore ini cukup memuaskan sekaligus menguras isi kantong dan memory di HP gue karena selama 2 malam 3 hari di Singapore gue berhasil mengumpulkan foto sebanyak 530 foto #bangga!
Setelah 1.5 bulan di sini (Malay.red), akhirnya bisa jalan-jalan juga ke tempat trade mark-nya KL. Weekend sebelumnya cuma ngemall, nonton, makan (siklusnya itu-itu aja dan gitu-gitu aja, mungkin karena belum gajian juga kali ya haha).
Escape ke KL ini barengan sama temen yang sekaligus menjadi tour guide gw (fyi, alay-nya melebihi gw. haha).
Tujuan pertama kami adalah Pasar Seni dan Dataran Merdeka. Dari hostel kami (Bandar Baru Bangi, Selangor), bisa ditempuh dengan naik KTM komuter menuju KL Central (harga tiket 3.3 RM setara Rp. 11.000 dan lama waktu perjalanan sekitar 45 menit). KTM ini setipe lah dengan commuter line JaBoDeTaBek. Bedanya di penumpang, ga pernah sepenuh dan sepengap CL-nya Jakarta. (Sori, emang harus di akui untuk moda transportasi KL, sangat jauh lebih okeh di banding di ibu kota kita, Jakarta o__O).
KTM (Keretapi Tanah Melayu) Komuter (info lengkap rutenya klik disini)
KL Sentral is the main railway station in Kuala Lumpur, with connecting Bus and Monorail all routes in Malay.
Dari KL Sentral, lanjut naik LRT (Light Rail Transit) menuju Pasar seni stesen yang hanya ditempuh selama sekitar 3 menit. LRT ini sejenis automatic train alias bisa jalan dan berhenti secara otomatis di setiap stesen tanpa ada masinisnya.
LRT (Light Rail Transit) di KL Sentral
Salah satu jalur LRT
Koin yang digunakan untuk naik LRT (koin ini bisa dibeli melalui self-serviceticketing machine yang ada di
setiap gate stesen).
Sampai di Pasar Seni, langsung ambil foto haha. Pasar Seni sendiri semacam malioboro-nya Jogja. Jadi kalau ingin beli pernak-pernik Malaysia, di sini tempatnya (ada bagian indoor dan outdoor).
Gw dengan background Pasar Seni, KL :P
Bagi yang hobi menikmati wisata sejarah khususnya bangunan-bangunan tua.
Dataran Merdeka, Kuala Lumpur bisa menjadi salah satu tempat tujuan. Dari Pasar Seni cukup jalan untuk bisa sampai ke Dataran Merdeka. Dataran Merdeka ini mungkin seperti Braga-nya Bandung (apa-apa di bandingin dengan Indonesia hehe). Berikut beberapa info wisata sejarah (atau lebih tepatnya tempat foto yang menarik) di Dataran Merdeka:
1. Masjid Jamek
Masjid yang dibangun pada tahun 1909 ini terletak di antara Sungai Klang dan Sungai Gombak dan bergaya arsitektur Moorish (ini
merupakan masjid tertua di Kuala Lumpur. Sebelum Masjid National
dibangun pada tahun 1965, masjid ini digunakan sebagai masjid utama.
Masjid ini memiliki 3 menara utama. Bangunan masjid ini masih merupakan
bangunan asli, sama seperti pertama kali didirikan.
2. Old High Court Building
Gedung yang dibangun pada tahun 1915 ini pada awalnya berfungsi sebagai Pengadilan Tinggi, saat ini digunakan oleh Kementrian Informasi, Komunikasi, dan Budaya.
3.Sultan Abdul Samad Building
Gedung ini dibangun pada tahun 1897 dan merupakan bangunan terbesar pada masanya. Konstruksinya
dimulai pada tahun 1894 dan selesai pada tahun 1897. Awalnya dibangun sebagai Kantor Pemerintahan Baru. Kantor Departemen Pekerjaan Umum,
Kantor Survey, Bendahara, Kantor Pos dan Telegraf, dan beberapa
departemen Pemerintah Federal Malaysia. Seluruhnya dibangun dari batu bata,
dan yang berwarna putih gading adalah batu bata yang di “plaster”. Pada
“tower” dibagian tengah gedung terdapat jam yang pertama kali berbunyi
pada saat parade perayaan ulang tahun Ratu Victoria di tahun 1897.
4. Victorian Fountain
Air mancur ini dibangun pada masa kejayaan pemerintahan Inggris di
Malaysia pada tahun 1904. Pada tahun 1897 air mancur ini dibangun di “Market Square”,
tetapi dipindahkan ke “Independence Square” karena mengganggu lalu
lintas. Air mancur yang berdiri sudah lebih dari 100 tahun ini dibawa
dari Inggris dan didirikan di sini sebagai perayaan dan peringatan
kepada Ratu Victoria.
5. Kuala Lumpur City Gallery
Bangunan ini dibangun pada tahun 1899 pada masa kolonial inggris kantor percetakan (sebenarnya bangunannya sendiri berada disebelah sisi kanan dari foto yang saya upload ini hehe).
6. Restaurant Warisan (Chartered Bank)
Di bangun pada tahun 1905 dan dikenal sebagaiMuziumSejarahNegarasebelumberubah menjadiRestaurantWarisan.
7. National Textiles Museum
Dibangun sejajar dengan kantor pemerintahan yang bergaya islamic,
perselingan warna merah dan putih pada gedung ini yang menjadi penanda
utama dari gedung lainnya. Awalnya dibangun sebagai “FMS Railway
Headquarters” pada tahun 1905, kemudian bangunan ini dijadikan kantor Departemen
Pekerjaan Umum Selangor dan disesuaian dengan gedung pemerintahan
lainnya di barisan yang sama, bergaya Moghul. Saat ini bangunan ini
difungsikan sebagai “Nasional Textile Museum”, berisi pakaian tradisional
Malaysia dan berbagai pakaian dari jaman dulu hingga saat ini.
8. Kuala Lumpur City Library
Dibangun pada tahun 1989 dan sampai sekarang tetap digunakan sebagai perpustakaan.
Kemudian dari Dataran Merdeka kami melanjutkan perjalanan ke Twins Tower Petronas. Namun sebelum itu kita singgah di Es Teller 77 (Yeay!) yang ada di Pasar Seni. Dari Pasar Seni stesen kita naik LRT lagi dengan tujuan KLCC (tiket seharga 1.6 RM).
Seperti yang kita tahu Menara Kembar Petronas adalah menara kembar yang pernah menjadi bangunan tertinggi di dunia pada tahun 1998—2004 dan tentu saja menjadi icon-nya KL banget.
Dari petronas, kita lanjut ke Batu Caves sebagai destinasi wisata terakhir yang kami kunjungi. Dari KLCC kita menuju Pasar Seni stesen dan jalan menuju Kuala Lumpur stesen. Untuk menuju batu Caves, kita naik KTM Komuter dengan tiket seharga 2 RM dan tujuan Batu Caves stesen.
Batu Caves adalah bukit kapur, yang memiliki serangkaian gua dan kuil gua, terletak di distrik Gombak, 13 kilometer (8 mil) utara dari Kuala Lumpur. Gua ini adalah salah satu kuil Hindu di luar India yang paling populer, yang didedikasikan untuk Dewa Murugan. Ini adalah titik fokus Hindu festival Thaipusam di Malaysia. Berdiri hampir 100 m di atas tanah, Batu Caves terdiri dari
tiga gua utama dan beberapa yang lebih kecil. Yang terbesar, disebut
sebagai Gua Cathedral atau Gua Kuil, memiliki tinggi 100 m dan
langit-langit berukir fitur kuil Hindu. Untuk mencapainya, pengunjung
harus mendaki curam dari 272 langkah (gempor deh kaki gw naik dan turun 272x2 anak tangga T.T). Namun tak apa lah, menjawab penasaran saya seperti apa bagian dalam gua ini.
Gw foto bareng patung Murugan tertinggi di dunia (tinggi 42.7 m (140 ft))
Interior bagian dalam Batu Caves, KL
Karena foto seharian ini sudah dirasa cukup (ada sektiar 250an foto), kami memutuskan untuk pulang karena besok seninnya kita masuk kerja. That's all cerita Escape to KL-nya, semoga bisa sedikit menjadi reference bagi yang mau ke Malay, khususnya KL.
P.S:
Untuk train, selain KTM komuter dan LRT. Ada juga RapidKL, KL monorail, dan KLIA transit/express. dan saat ini Malaysia sedang dalam proyek penyelesaian untuk MRT (Mass Rapid Transit). So Indonesia kapan punya moda transportasi seperti ini?
Postingan kali ini adalah last session dari 3 part cerita sebelumnya, semacam summary kronologi dari perjalanan saya sampai tersesat di Malaysia. Hehe.
Sebenarnya postingan ini tidak ada penting-pentingnya, ga bisa bikin lo kaya, g bisa juga bikin lo tambah pinter. hahaha. Tapi bagi penulis cukup berarti, visi tulisan ini agar supaya ketika cucu gue tanya (it's means ketika gue sudah aki-aki) the best moment masa "muda" saya begimana.. saya akan langsung bilang "ndelo'en nang blog'e eyang kakung ae yo le.. (yang artinya: lo liat sendiri ya cu di blog eyang (kaya apa masa muda eyang dulu?) :P
Tanggal ini adalah awal mula segalanya, saya iseng apply ke beberapa industri farmasi di luar negeri, salah satunya tempat saya bekerja saat ini, Y.S.P Industries (M) Sdn. Bhd. Tiga hari kemudian saya mendapatkan email balasan bahwa akan diinfokan kembali bila ada job vacancy.
19 February 2014
Saya mendapat kabar dari HR Y.S.P untuk melakukan interview. But unfortunately saya harus re-scheduled beberapa kali karena pekerjaan kantor yang tidak bisa ditinggal.
Bila dihitung-hitung sudah ada sekitar 75 email antara saya dengan bagian HR-nya (dalam waktu 1 bulan). Cukup banyak juga hahaha, saya menanyakan setiap detail what I have to do before and after departure to Malaysia sampai perhitungan pajak di Malaysia bagaimana juga saya tanyakan.
28 February 2014 Finally saya melaksanakan interview dengan vice president-nya. Cerita selengkapnya disini: (Confusion): menjadi job seeker lagi (part 1). Selang 3 hari setelah interview, saya mendapatkan email bahwa saya diterima. How really excited at that time, apalagi ketika dapat email "Dear Mr. Fairus, Congratulation! you're hired and welcome to YSP member". Ga akan gw hapus deh ini email (katrok haha) dan kalau perlu gw laminating trus gw pajang pake pigura di kamar (lebay, lol).
5 March 2014
Saya menemui bos saya menyatakan keinginan saya untuk resign. Alhamdulillah bos saya mensupport anak buahnya untuk maju jadi tidak dipersulit (atau bos gw berharap gw resign dari dulu ya buahaha), perusahaan saya juga tidak mempersulit proses resign saya. Yang penting 1 month notice. 5 March 2014 saya mengajukan surat resign, 5 April 2014 saya official caw dari perusahaan lama saya, PT. Boehringer Ingelheim Indonesia. Thank you for Boehringer's team, I spent a great time for 1.5 years there. My farewell party story click here.
Foto Perpisahan Bersama Production Team, PT. Boehringer Ingelheim Indonesia.
Hari Terakhir Kerja, dianiaya abis-abisan hahaha, I will not forget that memorable occasion :)
10 March - 30 April 2014
Ini masa dimana saya mengurus dokumen, rempong juga harus dokumen sana sini. Diawali dengan pembuatan passport di Kantor Imigrasi Bogor (syarat: KTP, Ijazah/Akte lahir, KK). Biaya yang dikeluarkan sekitar Rp. 255.000 (belum termasuk angkot ehehe). Kemudian dilanjutkan dengan pembuatan visa di Kedutaan Malaysia di Jakarta. Namun sebelum itu saya harus menunggu surat approval izin tinggal dari Malaysia (kebetulan diurus oleh perusahaan) dengan syarat foto ukuran passport, fotokopi passport halaman awal - akhir, surat kontrak yang telah saya sign. Pembuatan visa membutuhkan waktu selama 3 hari dengan syarat foto ukuran passport, passport asli, dan surat approval izin tinggal dari Malaysia. Biaya pembuatan visa nya sih murah sekitar Rp. 52.000, yang mahal biaya transportasinya yang 10x dari biaya visa tersebut karena posisi saya sudah di rumah di Jawa Timur dan harus ke Jakarta untuk mengurus visa kerja. Jadi alurnya:
Pembuatan Passport di Bogor --> Nunggu surat kontrak dari pihak perusahaan di Malaysia --> Kirim balik ke Mereka dengan fotokopi passport, foto ukuran passport 6 biji, surat kontrak yang telah saya sign --> Nunggu Surat Approval Izin tinggal dari Malaysia --> Pembuatan visa single entry di Kedutaan Malaysia di Jakarta --> Setelah beberapa hari sampai di Malaysia, perusahaan ngebantuin untuk pembuatan visa multiple entry yang berlaku selama 2 tahun (12 May 14 - 4 May 2016).
5 May 2014
Saya landing di LCCT, Malaysia. Seharusnya saya berangkat 2 May 2014, namun karena urusan belum beres jadilah di postpone. Cerita singkat pengalaman saya di Malaysia ada disini.
Ok, that's all process dari mulai menjadi job seeker, pre-departure
sampai departure di negeri ipin upin ini. Last word from me "Keep dreaming, keep believing".
Melanjutkan postingan sebelumnya, kali ini saya sudah menginjakkan kaki di tanah kelahiran Ipin & Upin. Jujur saja sebenarnya saya agak hectic ketika akan terbang ke Malay minggu lalu, bukan karena ini adalah perjalanan overseas pertama saya tapi karena ada tragedi pesawat MH370 yang raib dan tidak diketahui keberadaaannya sampai saat postingan ini ditulis. Tapi lega juga karena perusahaan membelikan tiketnya bukan maskapai M*laysia Airlines.
*****
Sekitar pukul 12.30 PM (waktu Malaysia) saya sampai di KL setelah melalui perjuangan yang panjang karena harus bangun jam 3 subuh dan berangkat ke Bandara Juanda Surabaya dari rumah karena pesawat dijadwalkan take off pukul 8.50 AM. Sampai bandara Juanda sekitar pukul 8.00 AM, namun ternyata saya salah terminal, untung saja pesawat masih terkejar meskipun harus lari - lari menuju boarding room yang panjangnya setengah mati di Bandara Juanda terminal 2 dan ditambah sempat ditahan oleh pihak imigrasi T.T
Tiket Surabaya - KL
Sampai di bandara LCCT Kuala Lumpur, saya sudah membayangkan adegan di film Friends with Benefits ketika Mila Kunis menjemput Justin Timberlake di bandara dengan memakai papan nama yang ditulis dengan lipstik-nya (Jiahh..). Tapi kenyataannya, boro-boro ada papan nama bertuliskan nama saya.. driver yang janjinya menjemput saya juga tidak nampak. Untungnya saya sudah mengantipasi hal ini, jadi di dalam bandara saya sudah membeli sim card baru sehingga saya bisa menghubungi driver tersebut (meskipun nunggunya sampe bikin jamuran saking lama-nya >.<).
Bandara LCCT, Kuala Lumpur
*****
Awalnya ada dua hal yang saya khawatirkan ketika akan tinggal di Malaysia:
1) Makanan, info dari bos saya di ex-company Bogor dulu yang juga pernah bekerja di Malaysia (tepatnya di Melaka). Katanya masakan di Malaysia tidak seenak di Indonesia karena hanya rasa rempah-rempah, bahkan teman beliau yang juga dari Indo hanya bisa makan di satu kedai (istilah untuk warung). Namun alhamdulillah so far saya cocok dengan makanan disini, sangat mirip dengan masakan Indonesia saya rasa (kalau makanan Indonesia nilainya 100, disini saya kasih 95 lah ehehe). Namun sempat makan cendol, rasanya jauh lebih enak yang di Indonesia.
2). Orang Indo di Malay, banyak yang bilang bahwa orang Indonesia tidak terlalu disukai di negera Jiran karena tindak pelaku kriminal banyak dari kita (katanya lo yaaa). Tapi yang saya rasakan berbanding terbalik, mereka sangat welcome dan warming (untuk orang-orang di kantor dan hostel, belum tahu yang diluaran sana hehe).
Di tempat saya bekerja, bahasa lisan yang digunakan adalah trilingual melayu-inggris-mandarin (nyesel juga dulu menolak ajakan teman untuk kursus bahasa mandarin, sekarang saya jadi kambing congek kalau pada bicara bahasa mandarin >.<). Diantara ketiga bahasa tersebut tentu saya akan memilih bahasa inggris (meskipun bahasa inggris saya pas-pasan haha). Sebenarnya bahasa melayu cukup mudah dipahami karena memiliki banyak kesamaan kata dan makna dengan bahasa Indonesia, namun kadang kedua bahasa tersebut serupa tapi tak sama. Seperti hari ini, ada teman kantor saya yang bertanya dengan bahasa melayu "kerja bagus disini?"(nah loh emang lo siapa nanya-nanya kerjaan gue bagus apa engga haha), karena saya tidak paham jadinya di translate jadi bahasa inggris dan saya baru tahu bahwa bagus = enak jadi maksudnya "kerjanya nyaman ga disini?" (harusnya gue jawab mau tau aja apa mau tau banget :D). Contoh lainnya ketika driver yang mengantarkan saya MCU (medical check up.red) dan bertanya "senang disuntik? sebab ade orang yang perlu disuntik beberapa kali baru boleh diambil darahnye" (nah.. pertanyaan yang aneh kenapa harus senang disuntik?) ternyata maksudnya adalah "mudah ga disuntiknya? karena ada orang yang harus disuntik beberapa kali baru bisa diambil darahnya". Sama halnya ketika induction dengan HR section (namanya kak Ros, jadi inget film Ipin & Upin), keluar kata melayu yang "aneh" seperti kereta (mobil), kasut (sepatu), seronok (senang), tarikh (tanggal) etc.
Selain dari bahasa, yang seru (??) juga dari budaya di perusahaan ini yaitu setiap bulan ada family gathering di kantin kantor. Salah satu acaranya adalah perkenalan new employee (termasuk saya kali ini) dan pemberian voucher untuk yang berulang tahun (tidak lupa juga dinyanyikan lagu happy birthday oleh orang sepabrik sambil diiringi music, kirain awalnya pada berdiri semua untuk menyanyikan lagu kebangsaan Malaysia tapi ternyataa...). Selain itu, pulang "teng go" juga menjadi tradisi disini. Sebenarnya saya kurang suka pulang teng go karena harus segera ninggalin kerjaan beres tidak beres (ceilee..). Mungkin ini juga pengaruh dari budaya di perusahaan sebelumnya, pulang teng go adalah suatu yang tabu. hehe
Namun kalau tidak pulang teng go akan ditinggal sama mobil jemputan.
My working place (YSP Industries (M) Sdn. Bhd, Plant 1)
Jarak tempuh kantor - hostel sekitar 10 menit. Sepeti yang saya bilang sebelumnya, kita disediakan mobil jemputan (untuk saya dan empat orang Indonesia lainnya serta Mr. Chang). Di hostel sendiri dihuni oleh 10 orang dan semuanya bekerja di YSP, 1 orang Taiwan (Kweh), 4 Orang Malay-Cina (Ang, Pong, lupa, dan Mr.Chang), dan 4 orang Indonesia (Saya, Mas Rifki, Adi, dan Mas Reza). Fasilitas hostel bisa dibilang OK lah, ada televisi, lemari es, dapur umum, mesin cuci, kamar mandi dalam dengan dilengkapi hot water, plus free hot-spot (ini yang dicari-cari, gratis internetan ehehe).
Kurang lebih Penampakan Hostel yang saya Tempati Saat ini
*****
Suasana kotanya sendiri cukup menyenangkan karena tidak macet, tidak dijumpai ribetnya motor lalu lalang dan untuk makanan sesuai dengan lidah saya. Sayang-nya tempat saya ini susah akan transportasi, transportasi umum yang ada adalah taxi karena orang Malay rata-rata memiliki mobil sekalipun mobilnya abal-abal. Jadi kalau ada orang jalan di jalan raya, berarti itu orang Indonesia :P
Untuk biaya hidup di Selangor saya rasa relatif sama dengan di Jakarta, sekali makan + minum
sekitar 7 - 9 ringgit (1 ringgit sekitar Rp. 3.550,00). Meskipun banyak restoran yang menyajikan makanan halal disini, namun kita juga harus think twice, bayangkan saja akhir bulan nanti saya diajak makan-makan untuk farewell party teman kantor yang akan resign. Salah satu menu di restoran tersebut adalah daging harimau dan masakan unexpectable lainnya.
Mata Uang Ringgit Malaysia
Sudah 5 hari saya disini (masih ada 1 tahun 11 bulan 3 minggu lagi hahaha). Overall
bisa dibilang saya betah dengan suasana disini baik di hostel maupun di
perusahaan tempat saya bekerja. Namun satu yang tidak saya suka adalah
panasnya cuaca Selangor apalagi ketika sudah sampai kamar, berasa
disauna semalaman saking panasnya. Selain itu, untuk menonton bioskop harus menempuh perjalanan 30 menit dengan train menuju Kuala Lumpur. Tapi tak apalah, hitung-hitung berhemat. hehe
Melanjutkan postingan terkait "seru"-nya menjadi job seeker sebelumnya. Kali ini saya akan menceritakan proses selanjutnya setelah saya secara unofficial diterima di salah satu perusahaan farmasi asing asal Thailand di Malaysia. Satu minggu setelah mendapat email bahwa saya diterima, saya mendapat employment package dan offer letter yang dikirim by DHL. Pada employment package dan offer letter dijelaskan secara terperinci mengenai benefit-benefit yang akan saya peroleh nanti dan peraturan-peraturan perusahaan.
My Employment package, offer letter, dan Passport
Di employment package tersebut juga dijelaskan terkait posisi saya, posisi saya tersebut adalah sebagai technical support dibawah bagian R&D (awalnya saya apply untuk production pharmacist). Memang sempat diinfokan oleh Ms. Vice President ketika interview bahwa saat ini sedang ada 2 job vacancy di perusahaan beliau yaitu sebagai production pharmacist dan technical support R&D. Namun beliau menilai bahwa bila dilihat dari experience selama kuliah dan job desk saya saat ini, saya lebih cocok dibagian technical support R&D yang secara umum menghandle trouble shooting dan trial di production floor. Saya ditempatkan dibagian ini mungkin salah satunya karena ketika wawancara saya menjelaskan mengenai ujian apoteker killer secara terperinci (padahal si Ibunya tidak tanya :D) dimana di ujian ini kita dituntut untuk membuat formula (membuat formula = R&D (?) >.<). Tapi saya juga mengungkapkan kepada beliau kalau saya kurang ada passion di pure R&D yang bekerja di lab untuk pengembangan pembuatan formula/analysis method. Saya sudah bosan ngelab sewaktu kuliah, entah itu di lab mainan dengan mencit, kelinci, urin, darah, mikroba, mortar stamper, IPC tester berbagai sediaan sampai analysis process yang menggunakan HPLC, GC atau sejenisnya.
Okay saya tidak akan menceritakan masalah kerjaan untuk saat ini, itu urusan nanti sewaktu saya sudah ada di negeri Jiran .. insya allah :).
Gambarnya ga nyambung ya? :P
Setelah saya menandatangani offer letter tersebut (it's mean saya sudah setuju dengan isi kontrak kerja yang direncanakan akan berlaku sampai april, 2016), sayapun mengirimkan dokumen-dokumen tersebut ke Malaysia untuk diuruskan calling visa dan surat-surat lainnya. Sebelumnya saya juga telah membuat passport karena no passport dibutuhkan untuk dicantumkan dalam surat kontrak tersebut.
Flashback ketika pengumuman bahwa saya diterima di perusahaan tersebut, saya sangat excited karena hal ini menjawab rasa penasaran saya ketika saya gagal dalam proses seleksi kerja yang diadakan oleh PT. Rohto untuk penempatan di Osaka, Japan ( Interview (!) dan Interview R*HTO Japan part 2 (!) ). Namun ternyata rasa excited ini hanya berlangsung selama satu minggu.
Pada hari setelah rasa excited tersebut selesai, muncul pertanyaan dalam diri saya, akan kah saya bisa survive disana selama dua tahun nanti? bagaimana kalau mereka nantinya tidak puas dengan kinerja saya? kalau saya ambil, kapan saya sekolah lagi? akankah keputusan yang saya ambil tepat? Tapi kalau tidak saya coba sekarang, kapan lagi. Toh kesempatan bekerja sebagai pharmacist di luar juga langka, nambah pengalaman baru, saya juga masih muda (umur masih 20 tahun #ngarep), masih belum berkeluarga, bisa improve english saya, bisa belajar culture yang berbeda (meskipun tidak beda-beda amat sih hehe), bisa cari jodoh dan jalan-jalan ke negera-negara tetangga sebelah Malay *ups (dua point terakhir sepertinya salah fokus hehehe).
Dengan pertimbangan 8 point diatas (terutama point ke-5) dan support dari orang-orang sekitar, saya putuskan untuk mengambil kesempatan ini. Dan sebelum saya official resignation dari tempat kerja saya, sayapun mengadakan farewell.
Farewell pertama (March 28, 2014) bersama production team, PT. Boehringer Ingelheim Indonesia. Farewell ini sekaligus bersamaan dengan birthday party salah satu teman kantor dan reunion dengan ex-production team di Iga D'Jogja, Bogor. Terima kasih buat 1.5 tahun yang berharga ini :)
Foto Bareng sama Pak Bos, Mama Nurul, dan Partner Kerja
Keluarga Besar Manufacturing, PT. Boehringer Ingelheim Indonesia
Acara sungkeman :D
Next 2nd farewell (yang sekaligus kuliner) (March 29, 2014), bareng my Bestest friends, Risa dan Haykal di Apple Pie dan Pizza Kayu Bakar. Justappreciate untuk usaha kalian guys yang bela-belain dateng ke Bogor dari Jakarta dan Bogor. Terutama buat Haykal yang bela-belain naek travel Cipaganti subuh-subuh dari Bandung pukul 3 subuh gara-gara kehabisan tiket.
Temen Curhat sampai Temen Gila2an #komplit
Dan last farewell bareng my partner in crime yang udah tahu jelek buruknya satu sama lain. Ambassador mall dan ITC pun menjadi tempat pilihan kami untuk meet up seharian dan ngobrol ngalor ngidul, dari ketawa ngakak sampai mewek bareng -__-'. It was the best moment that I ever feel guys , special thank for all of you!
My Partner in Crime dari Kuliah sampai Kerja o__O
Meskipun sebagian kadonya "Ajaib" dan mengandung filosofi yang dalem, but thank's guys.. haha
Dan ternyata waktu berjalan semakin cepat, sudah tinggal 1 minggu lagi saya harus meninggalkan kota Bogor untuk pulang kampung sebelum saya berangkat ke tempat perantauan yang baru. Semoga pilihan saya adalah pilihan yang tepat.
Sebelum saya mulai ngeposting cerita yang gak penting saya ingin ngucapin happy anniversary dulu buat blog saya
"spectra" yang jatuh tepat tanggal 5 Maret lalu. Gak terasa udah
4 tahun.. "spectra" udah gede, udah bisa jalan, dan udah siap masuk TK semester depan :/ (ini salah fokus atau otak gw yang makin gak waras yak).
*****
Halloow.. whatsup everyone.. I'm back setelah ga ngeblog selama 6 bulan karena ke(sok)sibukan saya di tempat kerja. Langsung aja, seperti halnya postingan terakhir saya tentang "kegundah-gulanaan" atau istilah ababil saat ini "galau", topik postingan kali ini juga berbau hal tersebut (yang saya rasakan tepatnya 7 bulan yang lalu). Bukan karena masalah perjodohan tapi terkait masa kontrak kerja saya yang akan habis tepat pada bulan november 2013 yang lalu. Untuk mengantisipasi agar tidak menjadi pengangguran dadakan, sebagai plan A, saya coba - coba (berhadiah) apply di beberapa perusahaan di dalam negeri dan perusahaan farmasi di luar. Sedangkan untuk plan B (apabila plan A gagal), maka saya akan pulang kampung >.<.
H-60 sebelum kontrak saya habis, ternyata saya mendapat kabar dari bos saya bahwa kontrak saya diperpanjang kembali. Setelah bertapa di gua-nya si buta dari gua hantu untuk mencari wangsit (aneh!), dengan berbagai pertimbangan saya menerima kontrak tersebut.
Lanjut kembali terkait plan A yang sudah terlanjur saya jalankan. ternyata dari sekian banyak perusahaan yang saya apply ada 3 perusahaan (dalam negeri) yang memanggil untuk interview (2 PMA dan 1 lagi PMDN), namun ketiganya saya lepas karena sudah nyaman dengan suasana Bogor dan tempat kerja saya saat ini. Sedangkan untuk perusahaan luar yang sempat saya apply, hanya perusahaan asal Malaysia dan Singapore yang memberikan respon melalui email. Mereka mengatakan bahwa akan menginformasikan
kepada saya bila ada job vacancy untuk foreigner pharmacist (ini artinya menolak secara sopan hihihi).
3, 4,
5 bulan tak kunjung ada kabar dari perusahaan-perusahaan luar lain. Sebenarnya saya sudah mengabaikannya dan tidak terlalu berharap banyak untuk bekerja di luar karena memang
tujuan awal saya adalah hanya iseng belaka. Tidak terbesit bayangan untuk bekerja di luar negeri, kalau untuk sekolah di luar mungkin ada bayangan ya (meskipun bayangan itu tak kunjung datang sampai sekarang but keep dreaming, keep believing :)). Sampai suatu ketika, saya mendapat email dari perusahaan di Malaysia
bahwa saya lolos tahap dokumen dan lanjut untuk melakukan interview dengan vice president-nya langsung (seriously?). Tadinya excited karena saya pikir interview
akan dilaksanakan di KL dengan air ticket free PP jadi bisa jalan-jalan
juga *ngarep*, ternyata proses interview dilaksanakan di Serpong. Saya sempat menunda interview sampai 2x (gak sopan!!) karena
membludaknya kerjaan di kantor (alesan!!), sempat juga berpikir untuk
mengundurkan diri dari proses interview waktu itu karena kerjaan di kantor memang benar-benar
tidak bisa ditinggalkan (alesan lagi!!).
Setelah di
re-arrange sampai 3x, akhirnya fix juga untuk jadwal interview. Kebetulan juga si vice president-nya berkunjung lagi ke Indonesia. Karena di email invitation si Ms. HRD-nya nyebut bolak-balik tentang vice president. Jadilah saya hectic, bukan hectic karena akan ditanya apa saja ketika diwawancara nanti tapi hectic akan memakai baju apa saya nanti hahaha. Karena lihat isi ATM yang miris di akhir bulan, Sayapun hanya membeli underwe*r dan kaos kaki yang khusus saya beli untuk wawancara haha.
Berangkat dari Bogor pagi-pagi buta (jam 8.20 AM.red) :D, selama perjalanan sayapun coba buka official website dari perusahaan yang saya apply tersebut. Belum baca 10 menit tentang history dan company profile, eh malah buka sosmed.. yaudah dilanjut *eh.
Turun di St. Tanah Abang (yang ternyata super crowded banget!!!!), saya melanjutkan tujuan ke St. Rawa Buntu dengan commuter line arah Serpong. Lumayan capek 3 jam berdiri dari Bogor - Serpong belum sarapan lagi (dan ini berulang ketika saya balik dari Serpong - Bogor o__O).
Tepat pukul 12.30 (telat 1.30 jam T.T) saya sampai di kantor mereka di daerah perkantoran BSD City. Saya diminta untuk mengisi formulir biodata yang jumlah halamannya (kalau tidak salah) cukup banyak yaitu sampai 10 pages. Untung saja pada formulir ini bahasa yang digunakan tidak hanya bahasa melayu, tetapi juga menggunakan bahasa inggris >.<.
Setelah selesai mengisi form, datang interviewer yang akan mewawancari saya, seorang wanita yang sepertinya keturunan Chinese-Malay (sotoy). Beberapa pertanyaan selama wawancara adalah sebagai berikut:
Please tell me about you? your personality, your family, your interest, etc? --> nyerocos aja sampai mulut berbusa entah si interviewernya mengerti atau tidak :O
How can you finish your bachelor program faster than usual? --> saya jawab kalau saya belajar keras tiap malam (tiap malam ujian maksudnya hehehe).
Why did you choose pharmacy for your study? --> apoteker masih banyak di cari kalau di Indonesia sehingga punya prospek yang bagus untuk karir saya kedepannya (iya ya? saya juga ragu sih sebenarnya jawab seperti itu hehe).
You followed SPC (Smart Pharmacy Club) and RMC (Research Pharmacy Club), what are the purposes of these organization? and why did you interest to join with these organization?
You have many paper and research as I read in your resume, tell me about your research.. hmm this one (si Ibunya sambil nunjuk resume yang saya serahkan sebelumnya dan ngebaca salah satu judul research: Antimicrobial of some parasite plants of loranthaceae family) --> glek sambil coba mengingat-ingat belum lagi merangkainya dalam bahasa inggris, ampun deh. Tapi untung bukan nunjuk judul research yang tentang aktivitas DNA, paling saya akan jawab "lupa" hahaha (pertanyaan point 6 ini nyambung kemana-mana, mungkin karena jawaban saya juga nyambung gak jelas kemana-kemana hehe).
How did you manage time in college while you have many activities inside and outside of campus?
You got a short course scholarship for summer program in Tokushima university, Japan? Tell me about your experience there? saya ceritakan bagaimana mendapat beasiswa ini, dengan ending yang tidak mengenakkan.. bahwa saya tidak jadi berangkat kesana T.T. How did you feel when you can't go to Japan although you already got this scholarsip?
Tell me about your Job in Boeh'rin'ger? --> bla bla bla lah pokoknya mah..
Can you operate one of machine like coating machine or tabletting machine maybe?
Did you and other staff in your company speak english language?
Are there any other companies that produce their product in Boehringer?
What is you the most favorite subject (maksudnya subject mata kuliah ketika kuliah apoteker? --> mikir lamaaaa.. akhirnya saya jawab "formulation", padahal waktu apoteker tidak ada kuliah ini hahaha).
Why do you want to work in Malaysia and our company?
Do you know about our company? have you seen our website? (si Ibunya jelasin panjang lebar)
Etc
Intinya, pertanyaannya adalah seputar kita dan seperti pertanyaan wawancara pada umumnya. Suasananya sangat santai walaupun saya tengah dalam keadaan kedinginan karena AC yang disetting dengan suhu yang terlalu rendah. Diakhir interview si Ibu menjelaskan peraturan, perjanjian kontrak, lokasi pabrik, dan hal lain secara terperinci terkait perusahaan yang dia pimpin yaitu YSP industries (M) Sdn Bhd.
Dan 2 hari kemudian, eng ing eng..
Alhamdulillah, saya mendapat kabar gembira. I get the job.. :)
So.. inilah ending sebagai job seeker sesi 2 (job seeker sesi 1 adalah ketika lulus kuliah apoteker 2 tahun yang lalu <-- udah lama juga ternyata). Seru-seru menegangkan menjadi seorang job seeker, apalagi ketika menerima email dari perusahaan yang kita apply atau ketika ada no telepon kantor tak dikenal masuk di ponsel kita. Pasti job seeker akan mengalami perasaan yang sama dengan saya. Bukankah demikian? :D
P.S: Saya baru tahu kalau ternyata yang menginterview saya adalah vice president (saya kira HRD manager) karena bayangan saya vice president-nya adalah laki-laki dan saya pikir tidak jadi ikutan menginterview saya. Si Ibu vice president yang menginterview saya ini sangat down to earth. Untung saya menganggap beliau sebagai HRD manager, mungkin kalau saya tahu siapa beliau sebenarnya, saya akan sedikit nervous (y)
Postingan berikut saya buat sebagai curahan akan kebimbangan saya memilih bidang kerja: "menjadi Pegawai Swasta atau Pegawai Negeri Sipil?". Oleh karena itu, postingan ini tidak bermaksud membanggakan atau menjelekkan satu bidang tertentu karena hal tersebut hanyalah opini pribadi saya, bisa subjektif bisa jadi objektif. Lets see.. :D
Maraknya pendaftaran CPNS di berbagai instansi baik di kementerian maupun non kementerian bulan ini membuat saya bimbang, bimbang karena saya ragu ikut mendaftar sebagai CPNS atau tidak. Keinginan ini muncul karena melihat euforia dan antusiasme tinggi teman sejawat lain yang sudah lama menunggu pembukaan CPNS tersebut. Bukan teman sejawat saya saja yang mendambakan gelar PNS, saya yakin hampir sebagian masyarakat Indonesia mendambakan gelar tersebut dengan alasan gaji yang pasti diterima tiap bulan, tunjangan hari tua, dan anti PHK. Selain suasana yang heboh di kalangan teman sejawat, orang tua sayapun juga menyarankan saya untuk ikut memeriahkan acara perhelatan CPNS tersebut (FYI, pilihan orang tua biasanya selalu benar dengan akurasi sebesar 99% hehe). Padahal saya pribadi, belum ada minat untuk menjadi abdi negara. Saya lebih tertarik dengan dunia perindustrian farmasi yang begitu kompleks permasalahannya :D
Antusiasme CPNS ketika mengikuti ujian seleksi CPNS
Salah satu foto Pegawai Negeri Sipil (PNS)
Sebelum melangkah lebih jauh dan untuk menjawab rasa penasaran saya, akhirnya saya meminta saran kepada kakak google mengenai plus minus menjadi PNS. Dari sekian banyak alasan, hanya ada satu alasan yang membuat saya ingin ikut mendaftar sebagai CPNS yaitu setelah beberapa tahun masa pengabdian, ada kesempatan untuk mendapatkan pendidikan yang lebih tinggi. Dan hanya ada satu alasan pula yang membuat saya tidak ingin ikut mendaftar sebagai CPNS yaitu gaji yang ditawarkan kurang menarik (sepengetahuan saya hehe).
Karena kakak google belum memberikan jawaban yang "sreg" bagi saya, akhirnya saya berkonsultasi dengan teman sejawat lain terkait dibukanya ajang pencarian PNS tersebut.
Teman 1 : "gue ikutan CPNS soalnya gue pengen balik kampung.. segede apapun gaji lo, kalo jauh dari keluarga sama aja" --> bener juga sih, tapi kalau bisa balik kampung dan gaji juga gede.. kenapa enggak hehe
Teman 2 : " gue udah cinta mati sama regulatory.. dan untuk mencapai itu gue harus ikut CPNS" --> gue juga suka regulatory tapi gue juga suka dunia industri, nah lo? hahaha
Teman 3 : "ikutan kata hati lu aja, mau berkarir di PNS atau swasta" --> kata hati gue sih prefer berkarir di industri, tapi kata hati nyokap gue prefer berkarir sebagai PNS. Ini sama kuatnya.. -__-'
Teman 4 : "gue mah ikut CPNS cuma coba-coba berhadiah" --> jawaban paling aneh :P
Meskipun perkataan dari "teman 4" saya adalah yang paling aneh, namun menurut saya benar juga. "Ikutin saja dulu, toh belum tentu diterima. Kalau diterima ya berarti takdirnya disitu, kalau tidak ya berarti harus fokus di industri". Beberapa hari saya sudah optimis untuk ikut mendaftar sebagai CPNS di salah satu instansi ini : L*PI atau B*OM. Sambil menunggu pendaftaran dibuka, saya masih sering konsultasi dengan kakak google, kali aja jawaban yang dia berikan bisa lebih ngeklik dari hari ke hari. Bukannya semakin mantap malah semakin ragu melihat salah satu website yang mengutip perkataan menteri BUMN, Dahlan Iskan terkait PNS, "Kalau Anda jadi PNS, ndak akan maju. Anda dibatasi jam kerja,
kemampuan fisik Anda tidak akan bisa digunakan maksimal" (berita selengkapnya klik disini). Pernyataan tersebut mungkin sepenuhnya tidak benar, tergantung instansi pemerintah masing - masing. Namun tetap saja hal tersebut mementahkan saya untuk mendaftar CPNS hehe.
******
Bagaimana dengan Pegawai Negeri di negara lain?
Menurut informasi yang saya kutip dari wikipedia, setiap negara mempunyai sistem yang bervariasi. Di Britania Raya, pegawai negeri tergabung dalam British Civil Service
(Layanan Sipil Inggris). Pegawai negeri di Britania Raya adalah pekerja
yang direkrut dan dipromosikan berdasarkan keahlian mereka. Pegawai negeri
di negara ini harus netral dan dilarang terlibat dalam kampanye
politik; meski dalam praktiknya netralitas tersebut kadang masih
dipertanyakan. Pekerja yang tidak termasuk sebagai pegawai negeri adalah National Health Service dan aparat pemerintah daerah.
Sedangkan di Perancis, seluruh pegawai negeri adalah pekerja karier seperti halnya di Britania Raya, meski menteri memiliki wewenang yang cukup besar untuk menunjuk posisi-posisi senior berdasarkan simpati politis. Di Jerman, sebagaimana di Amerika Serikat, dibedakan secara jelas antara jabatan politik dan jabatan karier.
Tak ada yang salah dalam memilih mau menjadi PNS atau pegawai swasta. Setiap bidang pekerjaan memiliki keuntungan dan kerugian tersendiri tergantung bagaimana kita menyikapinya. Namun memilih menjadi PNS atau pegawai swasta bagi saya sesulit memilih Jennifer Lopez atau Jennifer Aniston :D